Berdasarkanpengunaan dan pemasangan dalam instalasi penerangan , fiting dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu : a. Fiting Duduk, pemasangan langsung didudukkan pada tempatnya ( dilangit-langit, dinding-dinding, bangku-bangku ), bahan dari bakelit, ebonit, porselin.
Prosedurpemasangan komponen instalasi penerangan listrik 3 fasa adalah merupakan materi pelajaran Instalasi Penerangan Listrik untuk kelas XII SMK Teknik In
48 Memasang Instalasi Penerangan 3 fasa sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 3.9 Menerapkan prosedur pemasangan komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung 4.9 Memasang komponen instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung Materi Pokok Prosedur pemasangan Instalasi Penerangan 3 fasa Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Instalasilistrik khususnya penerangan adalah salahsatu disiplin ilmu yang dipelajari murid juga mahasiswa Teknik elektronik / tekni listrik dll. Instalasi listrik berkaitan erat dengan pemasangan komponen listrik berdasarkan asal menuju beban. Jasa Instalasi Listrik di Medan Nah buat melatih pengetahuan kalian berikut adalah merupakan model soal & jawaban instalasi penerangan yang mampu
PembelajaranMata Diklat Dasar Instalasi Penerangan Listrik Dengan Trainer Instalasi Penerangan Rumah Kelas I PTL 1 Di SMKN 3 N Semarang Tahun 2009. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Drs. FR. Sri Sartono M. Pd, Riana Defi Mahadji Putri, S. T, M. T. Kata Kunci : Trainer, Instalasi, Penerangan.
1 Instalasi Penerangan (Lighting) dan 2. Instalasi Tenaga (Power) Melihat dari kedua jenis instalasi listrik tersebut tentunya beban tersebut juga berbeda beda. Misalnya instalasi penerangan/lighting untuk pencahayaan, tentunya kita menggunakan lampu sebagai beban dan komponen pendukung lainnya.
Fasa2/L2/S, warna kuning; Fasa 3/L3/T, warna hitam; Netral/N, warna biru; Hantaran Pentanahan (PE), warna hijau, kuning. Instalasi pada peralatan listrik; Komponen-komponen untuk Instalasi Penerangan Bangunan 2 Komentar | Okt 12, 2017. About The Author. Dewa De.
Soalpilihan ganda titl klas xi instalasi penerangan. Fungsi tombol jogging pada sistem pengendalian motor listrik bekerja sementara dan terus menerus adalah untuk mengoperasikan . Source: lh5.googleusercontent.com. Contoh soal dan jawaban dasar kelistrikan. Jan 28, 2021 Ā· latihan soal dan pembahasan unbk instalasi penerangan 3 fasa .
Mengidentifikasiketentuan-ketentuan komponen- instalasi penerangan 3 fasa yang sesuai dengan PUIL; Mendeskripsikan prosedur pemasangan instalsi penerangan 3 fasa sesuai dengan PUIL; Pengertian Beban Listrik} Beban listrik adalah suatu peralatan yang terkoneksi dengan sistim daya sehingga mengkonsumsi energi listrik } Beban
lampupenerangan tersebut, serta sudah menyambung kabelnya dengan benar namun posisi pemasangan sensor cahaya (photocell) tidak tepat maka lampu tidak dapat menyala otomatis sesuai dengan yang diharapkan. 2. Lokasi Titik Lampu Gambar 3. Single Line Diagram Connecting Instalasi Sensor Cahaya Dengan Lampu Penerangan
Menjelaskan3 jenis PHB pada Instalasi tenaga listrik berdasarkan fungsinya 2. Memilih motor listrik 3 fasa sesuai kebutuhan jika diberikan diberikan data-data pendukung 3. Menghitung ukuran pengaman untuk digunakan pada perencanaan instalasi kendali motor listrik 3 fasa dengan kendali elektromagnetik sesuai dengan data pada name plate 4.
TEKNIKINSTALASI TENAGA LISTRIK SMKN 2 BIMA Kamis, 29 Oktober 2015. RPP MIPLBB RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelas / Semester : XI (Sebelas)/ 3 (tiga) Pertemuan ke : Alokasi Waktu : 3 X 3 x 45 menit. Standar Kompetensi : Instalasi Penerangan Listrik bangunan Bertingkat Instalasi Penerangan Listrik bangunan Bertingkat
memasanginstalasi. 1 Membuat gambar diagram distribusi daya (one line diagram). 2 Menentukan letak pemasangan komponen instalasi sesuai dengan denah serta. standar/ aturan pemasangan yang berlaku. 3 Membuat gambar pengawatan/ instalasi sesuai dengan lay out komponen pada. denah dan pada gambar instalasi.
F2NA. Download Full Power Point. KABEL Kabel yang berada dipasaran memiliki isolasi baik dari karet maupun dari plastik. Dengan berbagai bentuk dan ukuran. Selain isolasi juga dilengkapi semacam perisai sebagai pengamanan terhadap tekanan mekanis. Yang dibahas disini adalah jenis penghantar yang sering dipergunakan pada jaringan instalasi rumah tinggal, kantor dan bangunan sejenisnya dengan pasangan tetap. Diantaranya Kabel NYA Kabel NYM Kabel NGA Kabel NYHGbY Apakah anda tahu apa maksud dan arti dari huruf huruf kapital dari jenis jenis kabel diatas tersebut? untuk mengetahuinya silahkan lihat artikel āMomenklatur Kabel Menurut SPLNā Pemasangan Kabel NYA dan NGA Pemasangan harus dalam pipa pelindung. Tidak boleh dipasang diruang basah. Dialam ditempat dengan resiko kebakaran. Tidak boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu, ditanam langsung kedalam tanah, harus dilindungi dengan pipa pelindung. Kabel NGA dan NYA, boleh digunakan didalam perlengkapan hubung bagi peralatan listrik PHB. Boleh dipasang dengan menggunakan isolator, cara pemasangannya diusahakan ada jarak bebas minimum 1 cm terhadap dinding dan bagian lain dari bangunan konstruksi. Kabel NYM 3 x 2,5 mm2 Kabel NYM ini pada umumnya terdiri dari beberapa buah kabel yang banyak disesuaikan dengan kebutuhan misalnya berisi dua atau tiga kabel jenis NYA. Istilah NYM mempunyai arti sebagai berikut N Normal artinya penghantar terbuat dari tembaga. Y Isolasi PVC. Yaitu Polyvynyl Chlorida. M Artinya selubung kabel terbuat dari PVC. 3 x 2,5 mm2 artinya kabel tersebut mempunyai 3 penghantar yang masing-masing berukuran 2,5 mm2. Pemasangan Kabel NYM Boleh dipasang langsung menempel pada tembok atau dinding lainnya juga di ruangan lembab serta ditempat dengan resiko bahaya kebakaran dengan menggunakan klem dan jarak 25 cm. Boleh dipasang langsung pada bagian-bagian lain dari bangunan, asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar kabel. Tidak boleh dipasang atau ditanam didalam tanah. PIPA Fungsi pipa pada instalasi adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar dengan pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapih. Jenis Pipa Pelindung Pipa UNION Pipa PVC atau Paralon Pipa Fleksibel PIPA UNION Pipa UNION adalah pipa yang terbuat dari plat besi dan dibuat oleh pabrik tanpa mengguna- kan las dan diberi cat meni berwarna jenis ini dalam pengerjaannya mudah, karena dapat dengan mudah dibengkokkan dalam keadaan dari pada itu pipa Union mudah pula dipotong dengan gergaji besi, pipa jenis ini mudah didapat dipasaran dengan harga relatif instalasi listrik pada pemasangan pipa union jika masih dalam jarak jangkauan tangan harus dihubungkan dengan bumi, kecuali bila digunakan untuk menyelubungi kawat pembumian arde.Pemasangan pipa union umumnya dipasang pada tempat yang kering dengan maksud menghindari dari terjadinya korosi atau karat. PIPA PVC atau Paralon Pipa pelindung yang terbuat dari bahan PVC atau paralon. Keuntungan menggunakan pipa PVC dibandingkan dengan pipa Union antara lain Pipa PVC lebih ringan, mudah pengerjaannnya, mudah dibengkokkan. Yang lebih penting adalah pipa PVC sendiri adalah merupakan bahan isolasi sehingga dalam pemasangannya tidak akan mengakibatkan terjadinya hubungan pendek antara penghantar dengan pipa. Pipa Flexyble Pada instalasi listrik adakalanya dipasang pipa yang disebut pipa fleksibel pipa ini dibuat dari logam yang mudah diatur dan lentur. Contoh pipa KRF. Sebagai contoh misalnya dipakai sebagai pelindung kabel yang berasal dari dak standar menuju ke meter pembatas listrik atau juga dipakai sebagai pelindungpada penghantar instalasi tenaga seperti mesin bubut. Pres dan mesin skraf. Perlengkapan Pipa Klem atau Sengkang Klem atau sengkang adalah suatu bahan yang dapat dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Klem dibuat dari bahan berupa Plat besi atau PVC, dan mempunyai ukuran yang diseduaikan dengan pipanya. Jarak pemasangan klem tidak boleh lebih dari 100 cm. Untuk meninggikan pemasangan pipa, klem biasanya dilengkapi dengan pelana, pemasangan pipa yang perlu ditinggikan misalnya pada kotak sekering, atau pada kotak penyambung. Didalam instalasi listrik dikenal beberapa macam klem yang bentuknya disesuaikan dengan kebutuhannya misalnya Klem atau sengkang setengah, dipakai pada tempat yang sempit. Klem atau sengkang ganda untuk pemasangan pipa yang sejajar. Klem atau sengkang mejemuk untuk pemasangan beberapa pipa yang sejajar. Sambungan Pipa Klem atau sengkang adalah suatu bahan yang dapat dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Klem dibuat dari bahan berupa Plat besi atau PVC, dan mempunyai ukuran yang diseduaikan dengan pipanya. Jarak pemasangan klem tidak boleh lebih dari 100 cm. Untuk meninggikan pemasangan pipa, klem biasanya dilengkapi dengan pelana, pemasangan pipa yang perlu ditinggikan misalnya pada kotak sekering, atau pada kotak penyambung. Didalam instalasi listrik dikenal beberapa macam klem yang bentuknya disesuaikan dengan kebutuhannya misalnya Klem atau sengkang setengah, dipakai pada tempat yang sempit. Klem atau sengkang ganda untuk pemasangan pipa yang sejajar. Klem atau sengkang mejemuk untuk pemasangan beberapa pipa yang sejajar. Selubung Pipa Pada umumnya pada bagian dalam dari ujung pipa pelindung terdapat bagian yang tajam yang disebabkan oleh bekas pemotongan baik dari pabrik mangsung maupun pada pelaksanaan pekerjaan, bagian yang tajam tersebut harus diratakan dan untuk meratakannya akan memakan waktu yang lama, untuk mengatasi hal ini maka pabrik-pabrik telah menyediakan suatu komponen disebut selubung pipa atau yang biasanya dikenal dengan nama TILE. Dengan menggunakan Tile , maka ujung pinggir dari pipa akan licin dan tidak tajam. Kotak Sambung Dalam pekerjaan instalasi untuk suatu keperluan tertentu biasanya ada pemasangan kawat yang harus disambung atau dicabangkan , kawat yang disambung menurut ketentuan peraturan instalasi listrik tidak di izinkan berada didalam pipa. Karena di khawatirkan sambungan akan putus pada waktu kawat direntangkan pada waktu dimasukkan dalam pipa , sebab bila hal ini terjadi, maka akan berakibat timbulnya hubungan pendek atau bahaya kebakaran. Untuk menghindari hal ini maka penyambungan kawat harus dalam kotak yang disebut kotak sambung Jenis kotak sambung yang sering kita jumpai Kotak sambung cabang dua untuk penyambungan lurus Kotak sambung cabang tiga untuk Percabangan , pada saklar, stop kontak Kotak sambung Cabang empat. Untuk Percabangan Cross Saklar Sakelar adalah sesuatu alat yang dapat digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik. Berdasarkan kegunaannya sakelar sangat banyak macam, jenisnya yaitu Sakelar Penerangan Sakelar Tegangan Tinggi Sakelar Instalasi tenaga Sakelar Elektronika. Pada waktu memutuskan dan menghubungkan arus listrik biasanya akan timbul busur api Fong diantara kontak-kontaknya, besarnya loncatan api tergantung dari kecepatan kontak-kontak sakelar terputus atau penyambung. Untuk mengatasi hal ini biasanya sakelar dilengkapi dengan pegas yang dapat memutus hubungan sakelar dengan prakteknya kita mengenal bermacam-macam jenis saklelar yang biasanya dipakai pada instalasi listrik penerangan rumah, bangunan sekolah atau sejenisnya. Jenis-jenis sakler tersebut adalah Sakelar Tunggal Sakelar Berkutub Ganda Sakelar berkutub Tiga Sakelar Kelompok Sakelar Seri deret Sakelar Tukar Sakelar Silang. Saklar Tunggal Sesuai dengan namanya sakelar ini berfungsi tunggal , artinya hanya dapat menyalakan dan memadamkan sebuah lampu. Pada sakelar tunggal hanya terdapat 2 titik hubung yang menghubungkan penghantar fasa dan beban atau lampu. Pada penggunaannya sakelar tunggal dapat melayani satu, dua atau tiga lampu sekaligus tergantung kemampuan daya hantarnya. Saklar Berkutub Ganda Sakelar ini dilengkapi dengan empat titik hubung untuk menghubungkan penghantar fasa dan nol . Sakelar ini dapat digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan fasa dan nol secara bersama-sama sehingga memberikan faktor keamanan bagi pemakai sakelar jenis ini banyak di pergunakan pada Box sekering/fasa. Saklar Berkutub Tiga Sakelar ini memiliki enam titik hubung yang berfungsi menghubungkan fasa kebeban. Pada umumnya sakelar ini digunakan sebagai sakelar untuk saluran tiga fasa. Saklar Kelompok Sakelar kelompok pemasangannya harus disesuaikan dengan kebutuhannya misalnya mematikan dan menghubungkan dua atau tiga buah lampu , namun tersebut tidak dinyalakan bersamaan. Saklar Seri Deret Sakelar seri deret adalah sakelar yang dapat berfungsi ganda yaitu dapat memutuskan dan menghubungkan sebuah lampu atau lebih secara bergantian atau bersama-sama, lampu jenis ini banyak digunakan dalam ruang tamu, ruang tidur atau lampu gang. Sakelar seperti ini pada saat sekarang sudah sangat sulit di jumpai, seandainyapun ada bentuknya sudah lain yaitu berupa sakelar yang terdiri dari dua buah sakelar tunggal yang dikemas dalam satu kotak. Saklar Tukar Sakelar tukar biasanya disebut juga sakelar hotel, sakelar jenis ini banyak dipergunakan di hotel- hotel sehingga sakelar ini disebut sakelar hotel. Sakelar hotel ini hanya dapat menghubungkan lampu atau kelompok lampu secara bergantian. Saklar Silang Sendainya kita ingin melayani satu lampu atau golongan lampu yang ada ditiga tempat , maka kita gunakan sakelar silang. Sakaler silang akan berfungsi bila sakelar ini dikombinasi dengan sakelar 2 buah sakelar tukar. Sehingga lampu dapat dioperasikan dari tiga tempat. Klasifikasi Saklar Yang dimaksud klasifikasi disini adalah klasifikasi dalam hal pemasangan dan cara kerjanya. Klasifikasi sakelar berdasarkan Pemasangannya sakelar yang dipasang didalam tembok Inbow, perlu Imbowdus sakelar yang dipasang diluar tembok Outbow, Perlu Roset Kayu tempat dudukan sakelar. Klasifikasi Sakelar Berdasarkan Prinsip kerjanya. Berdasarkan Cara Pengoperasiannya , maka sakelar dapat dibagi menjadi sakelar Putar untuk mengoperasikannya dgn cara memutar sakelar Jungkit Untuk mengoperasikan tuasnya jungkit Sakelar tarik untuk mengoperasikannya dengan cara di tarik Sakelar Tekan untuk mengoperasikannya dgn cara ditekan Stop Kontak Stop Kontak adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai tempat/terminal untuk mendapatkan arus /tegangan listrik yang diperlukan untuk kebutuhan peralatan listrik atau alat-alat rumah tangga seperti pesawat TV, Radio, Kulkas, Kipas Angin, Setrika listrik dll. Stop Kontak terdiri dari dua bagian utama yaitu a. Bagian Dasar atau kaki Terbuat dari porselin, keramik atau bahan isolator lainya dan sekaligus dudukan stop kontak yang di sekrup pada tembok atau kayu. Pada bagian ini juga terdapat tiga buah titik kontak hubung untuk, kawat penghantar , fasa, netral, PE. b. Bagian Penutup Adalah merupakan pelindung dari bagian dasar/kakinya, selain sebagai pelindung juga memberikan keindahaan dari stop kontak tersebut. Bagian penutup ini bisasnya terbuat dari ebonit atau plastik. Klasifikasi Stop Kontak Berdasarkan cara pemasangan stop kontak dapat dibedakan menjadi 2 yaitu pemasangan stop kontak diluar tembok Outbow, perlu roset, pipa pelindung. Pemasangan stop kontak didalam tembokInbow , perlu inbowdus dan pipa. Selain stop kontak seperti diatas dipasaran banyak tersedia berbagai macam jenis stop kontak , ada stop kontak yang sudah dikombinasikan dengan sakelar dan bahkan dilengkapi dengan lampu tanda /indikator, fungsinnya memberi tanda keberadaan stop kontak dalam keadaan gelap. Fiting Fiting adalah suatu alat yang dapat dipergunakan untuk memasang atau menempatkan bola lampu yang digunakan sebagai penerangan untuk menyalakan dan memadamkan lampu fiting biasanya dihubungkan dengan sakelar. Fiting terdiri dari dua bagian yaitu Bagian dalam , merupakan penghantar arus listrik yang terdiri dari hantaran fasa dan hantaran nol. Kedua hantaran tersebut disekat oleh bahan isoaltor yang ada pada badannya. Bagian Luar, Merupakan bahan isolasi yang merupakan penutup dari fiting, dengan maksud agar sipemakai tidak kena aliran listrik pada waktu memasang bola lampu. Konstruksi Fiting Berdasarkan konstruksinya kita mengenal 2 macam fiting yaitu Fiting Ulir, cara pemasangan Bola lampu dengan cara memutar, fiting jenis ini banyak disukai karena lebih kuat. Fiting Bayonet , cara pemasangan bola lampu dengan cara ditekan/ditusukan seperti memasang bayonet pada senjata panjang. Bentuk fiting tusuk ini ada dua sbb a. fiting tusuk biasa b. fiting tusuk putar. Penggunaan dan Pemasangan Fiting Berdasarkan pengunaan dan pemasangan dalam instalasi penerangan , fiting dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu a. Fiting Duduk, pemasangan langsung didudukkan pada tempatnya dilangit-langit, dinding-dinding, bangku-bangku , bahan dari bakelit, ebonit, porselin. b. Fiting gantung, pemasangan digantung pada langit-langit, menggunakan kabel snur yg dilengkapi dengan tali diikat pada cincin fiting sebagai penahan berat fiting dan armaturnya. c. Fiting Kombinasi, Fiting yang dilengkapi dengan stop kontak sebagai tempat pengambilan arus listrik yang dibantu oleh steker. d. Fiting kedap Air, fiting yang tidak mudah dimasuki air, fiting ini biasanya dipasang pada tempat yang kedap air lembab
Poin pembahasan Ide 32+ Komponen Instalasi Tenaga Listrik 3 Fasa adalah memahami instalasi tenaga listrik 3 fasa, pengertian instalasi tenaga listrik 3 fasa, prosedur pemasangan instalasi tenaga listrik 3 fasa, instalasi tenaga listrik 3 fasa pdf, komponen instalasi tenaga listrik 1 fasa, materi instalasi tenaga listrik 3 fasa, memahami prosedur pemasangan instalasi tenaga listrik 3 fasa, komponen phb 3 fasa dan fungsinya, TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK KONTROL MOTOR LISTRIK 3 Sumber 3 Fasa Dunia Listrik03 01 2009 Bila fasor fasor tegangan tersebut berputar dengan kecepatan sudut dan dengan arah berlawanan jarum jam arah positif maka nilai maksimum positif dari fase terjadi berturut turut untuk fase V 1 V 2 dan V 3 sistem 3 fase ini dikenal sebagai sistem yang mempunyai urutan fasa a b c sistem tegangan 3 fase dibangkitkan oleh generator Instalasi Listrik Tiga Fase Untuk Gedung Bertingkat Sumber Komponen Listrik 3 Fasa Teknik Elektro UNY 18 08 2020 Identifikasi komponen listrik 3 fasa Tujuan Praktik Setelah pratik diharapkan mahasiswa dapat melebihi dari nilai yang tertera pada NFB maka secara otomatis NFB akan memutuskan arusnya gambar diatas adalah NFB 3 Phase umumnya digunakan pada instalasi motor induksi atau breaker pada panel kontrol Aplikasi Listrik 3 Fasa ROHMATTULLAH Sumber Listrik 3 Phase dan Perencanaannya disertai Instalasi Listrik 3 Phase dan Perencanaannya Instalasi listrik 3 phase yang di berikan PLN kepada konsumen yang membutuhkan daya besar selalu dengan sistem 4 kawat Tentunya 4 kawat tersebut terdiri dari 3 line phase dan 1 line Netral TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK KONTROL MOTOR LISTRIK 3 Sumber Instalasi Tenaga Listrik MATERI LISTRIK 3 FASAListrik 3 phase adalah listrik AC alternating current yang menggunakan 3 penghantar yang mempunyai tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut phase sebesar 120 degree Ada 2 macam hubungan dalam koneksi 3 penghantar tadi hubungan bintang Y atau star dan hubungan delta Komponen dan Fungsi Alat Instalasi Penerangan Listrik PHBK Sumber SHEET UMMENJALANKAN SEBUAH MOTOR LISTRIK 3 PHASA YANG DAPAT BERPUTAR 2 ARAH KANAN KIRI Ketentuan Untuk merubah arah putar motor 3 fasa dapat dilakukan dengan jalan kawat fasa yang satu dibuat tetap sedangkan kawat fasa yang lain saling dipertukarkan lihat gambar R S T u 1 v 1 w1 R S T u 1 v 1 w1 R S T u 1 v 1 w1BLOG TEKNIK VOKASI Pengereman Dinamik Pada Kontrol Sumber Menentukan Spesifikasi Komponen Instalasi Motor 30 03 2020 Demikianlah artikel tentang Cara Menentukan Spesifikasi Komponen Instalasi Motor Listrik 3 fasa DOL starter Sebenarnya artikel ini juga bisa berlaku untuk motor dengan pengasutan selama mengikuti literatur tabel dari PUIL yang sudah disertakan dalam artikel diatas Panel Listrik 3 Phase Download tabel baja Sumber Instalasi Tenaga Listrik ITL Kelas XI Teknik 3 3 Menentukan jumlah bahan tata letak dan rencana biaya pada instalasi tenaga listrik 1 fasa 3 4 Menerapkan Standing Operational Precedure SOP pada pemasangan instalasi penerangan panel dan petir 3 15 Memahami komponen instalasi listrik dengan menggunakan sistem busbar memahami instalasi tenaga listrik 3 fasa, pengertian instalasi tenaga listrik 3 fasa, prosedur pemasangan instalasi tenaga listrik 3 fasa, instalasi tenaga listrik 3 fasa pdf, komponen instalasi tenaga listrik 1 fasa, materi instalasi tenaga listrik 3 fasa, memahami prosedur pemasangan instalasi tenaga listrik 3 fasa, komponen phb 3 fasa dan fungsinya, Dunia Listrik Motor Listrik AC 3 Fasa Sumber Listrik KOMPONEN KOMPONEN LISTRIK15 09 2020 Komponen Listrik 15 15 No comments MCB 1 FASA oleh www instalasilistrikrumah com Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah Ada perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK KONTROL MOTOR LISTRIK 3 Sumber Instalasi Penerangan Duwi Arsana09 09 2020 Download Full Power Point KABEL Kabel yang berada dipasaran memiliki isolasi baik dari karet maupun dari plastik Dengan berbagai bentuk dan ukuran Selain isolasi juga dilengkapi semacam perisai sebagai pengamanan terhadap tekanan mekanis Yang dibahas disini adalah jenis penghantar yang sering dipergunakan pada jaringan instalasi rumah tinggal kantor dan bangunan sejenisnya a KWh Meter 1 fasa digunakan pada daya rendah yang Sumber Listrik 3 Phase24 01 2020 Selengkapnya mengenai sistem tenaga listrik PLN ini akan dijelaskan pada artikel lain yang akan masuk daftar tunggu untuk rilis Sistem Tenaga Listrik PLN Listrik 3 phase adalah listrik AC alternating current yang menggunakan 3 penghantar yang mempunyai tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut phase sebesar 120 degree Simbol simbol Instalasi Listrik Dunia Elektro Sumber INSTALASI TENAGA LISTRIK KONTROL MOTOR LISTRIK 3 Sumber listrik Sumber p2 spk teknik instalasi tenaga listrik Sumber Simbol Listrik Lengkap Berdasarkan PUIL 2000 Sumber
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan SMK NEGERI 2 SRAGEN Program Keahlian Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik IPL Kelas Semester XII Gasal Alokasi Waktu 4 x 6 JP Pertemuan 1 4 A. Kompetensi Inti 3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar Mengimplementasi pemasangan komponen dan sirkit instalasi penerangan tegangan rendah 3 fasa yang digunakan untuk bangunan industri Menggabungkan pemasangan komponen dan sirkit instalasi penerangan tegangan rendah 3 fasa yang digunakan untuk bangunan industri C. Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan instalasi penerangan tegangan 3 fasa Menjelaskan komponen instalasi penerangan tegangan 3 fasa Menerapkan sistem tegangan 3 fasa pada instalasi penerangan Menerapkan komponen instalasi penerangan tegangan 3 fasa D. Tujuan Pembelajaran Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan instalasi penerangan 3 fasa Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat menjelaskan komponen instalasi penerangan tegangan 3 fasa Dengan disediakan peralatan gambar, peserta didik dapat menerapkan sistem tegangan 3 fasa pada instalasi penerangan Dengan disediakan peralatan gambar, peserta didik dapat menerapkan komponen instalasi penerangan tegangan 3 fasa E. Materi Ajar Memahami Instalasi Penerangan 3 fasa Sebelum kita mempelajari PHB 3 Fasa terlebih dahulu kita mengetahui jaringan tiga fasa dikarenakan pemasangan jaringan tiga fasa lain halnya dengan jaringan satu fasa. Kelainan tersebut terletak pada Untuk jaringan 1 fasa cukup pemasangannya dengan fasa dan nol 0 atau P dan N dan dibedakan dengan warna kawat berlainan yang biasanya warna merah dan hitam diperlengkapi kawat massa warna hijau setrip kuning Untuk jaringan tiga fasa di bedakan dengan dengan huruf ļ· Fasa R, kawat hantarannya warna merah ļ· Fasa S, kawat hantarannya warna kuning ļ· Fasa T, kawat hantarannya warna biru ļ· Kawat nol warna hitam, kawat massa warna hijau setrip kuning. Pemakaian listrik 3 fasa untuk perumahan biasa jarang ditemukan kecuali perumahan- perumahan, pabrik-pabrik, serta bengkel-bengkel industry. Untuk pemakaian arusnya menggunakan PHB tiga fasa papan hubung bagi tiga fasa yang terdiri dari satu grup atau lebih. Skema PHB 3 fasa dapat dilihat pada gambar Adapun aturan aturan pembagian beban sebagai berikut 1. Untuk instalasi tiga fasa, bebannya harus dibagi serata mungkin atas fasanya. 2. Instalasi ruangan yang memerlukan aliran listrik dengan ganggun sekecil mungkin, harus dihubungkan dengan lebih dari satu rangkaian titik akhir dan sedapat mungkin dengan fasa yang berbeda. 3. Penerangan ruangan dengan lebih dari 6 titik lampu, penerangan harus dibagi sekurang-kurangnya dua kelompok dan sedapat mungkin dengan fasa yang berbeda. Grup atau golongan-golongan adalah campuran golongan-golongan titik titik lampu dan golongan-golongan kontak-kontak. Cara ini umumnya adalah cara yang paling murah dan selain dari itu mempunyai keuntungan, bahwa kotak kotak itu dapat dihubungkan bersamaan suatu alat pemakai yang lebih besar, seperti dapur-dapur pemanas berpancar kecil. Cara menentukan keseimbangan beban dilakukan dengan menghitung jumlah beban tiap kelompok kemudian dimasukkan ketiap fasenya sehingga diperoleh keseimbangan, sebisa mungkin dibuat tiap fasenya menggunakan daya yang sama hampir sama. Pada jaringan tiga fasa, untuk pendistribusian beban harus dibuat seimbang mungkin antara fasa dengan fasa. Dasarnya dalam setiap pembangkitan tenaga listrik tiga fasa, dalam generatornya terdapat kumparan fasa R, fasa S dan fasa T. kumparan ā kumparan tersebut mempunyai kapasitas beban yang sama atau kuat arus yang ditimbulkan oleh tiap fasa sama besarnya. Perlengkapan Perangkat Hubung Bagi PHB 3 Fasa Untuk pemakaian tenaga listrik system pembagianya arusnya berbeda dengan pembagian arus pada rumah biasa untuk itu dipergunakan PHB 3 Fasa yang terdiri dari satu grup atau lebih. Perelngkapan PHB 3 Fasa terdiri dari. 1 Rumah PHB 2 Sakelar penghubung Utama 3 Sekering utama 4 Rel pembagi 5 Sakelar pembagi 6 Sekering pembagi 7 Sambungan tanah grounding 8 Perlengkapan alat ukur listrik. Perangkat hubung bagi menurut definisi PUIL, adalah suatu perlengkapan untuk mengendalikan dan membagi tenaga listrik dan atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaat tenaga listrik. Adapun bentuknya dapat berupa box, panel, atau lemari. Perangkat hubung bagi ini merupakan bagian dari suatu sistem suplai. Sistem suplai itu sendiri pada umumnya terdiir atas pembangkitan generator, transmisi penghantar, pemindahan daya transformator. Sebelum tenaga listrik sampai ke peralatan konsumen seperti motor-motor, katup solenoid, pemanas, lampu-lampu penerangan, AC dan sebagainya, biasanya melalui PHB terlebih dahulu. Di dalam pembahasan selanjutnya pada modul ini hanya akan dibahas tentang PHB tegangan rendah. 1 MCBMiniature Circuit Breaker Alat pengaman arus lebih adalah pemutus sirkit mini yang selanjutnya disebut MCB. MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan yang disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika digunakan electromagnet. 2 GFitting lampu merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menempatkan lampu dengan kawat hantaran instlasi secara aman. 3 Stop kontak adalah suatu piranti dalam instalasi listrik sebagai alat penghubung beban dengan sumber listrik. Macam dan jenis stop kontak di pasaran ada 2 jenis, yaitu stop kontak 1 fasa dan stop kontak 3 fasa. 4 Sakelar berfungsi sebagai piranti untuk menghubung atau memutuskan arus listrik dari sumber ke pemakaibeban. 5 Steker atau staker atau sering disebut juga colokan listriktusuk kontak, karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang berfungsi untuk menghubung alat listrik dengan aliran listrik,ditancap pada kenal stp kontak sehingga alat listrik itu dapat digunakan 6. Kotak sekering Fungsi kotak sekering adalah sebagai tempat pembagi listrik disamping sebagai pengaman dalam instalasi rumahbanguna F. ModelMetode Pembelajaran
A. PANEL DISTRIBUSI LISTRIK Untuk mengalirkan energi listrik dari pusat atau gardu I nduk stepdown ke beban listik konsumen harus melewati pane daya dan panel distribusi listrik. Panel daya adalah tempat untuk menyalurkan dan mendstribusika energi listrik dari gardu listrik step down ke panel-panel distribusinya. Sedangkan pael distribusi daya adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik dari panel daya ke beban konsumen baik untuk instalasi tenaga meupun untuk instalasi penerangan. Perhatikan gambar diagram satu garis pael daya dan panel distribusi listrik di bawah ini. gambar diagram satu garis panel daya dan panel distribusi daya listrik Panel daya maupun panel distribusi daya merupakan keharusan, hal tersebut akan memudahkan Pembagian energi listrik secara merata dan tepatPengamanan instalasi dan pemakaian listrikPemeriksaan, perbaikan atau pemeliharaan Untuk itu di dalam pembuatan panel harus diperhatikan hal-hal yang penting agar Mudah dilayani dan amanDipasang pada tempat yang mudah dicapaiDi depan panel ruangannya harus bebasPanel tidak boleh ditempatkan di posisi yang lembab Perlu diketahui juga dalam pemasangan instalasi panel distribusi listrik harus memperhatikan sesuai dengan puil Semua penghantar/kabel harus disusun rapiSemua komponen harus dipasang rapiSemua bagian yang bertegangan harus dilindungiSemua komponen terpasang dengan kuatJika terjadi gangguan tidak akan meluasMudah diperluas/dikembangkan jika diperlukanMempunyai keandalaan yang tinggi. B. KONSTRUKSI Ada beberapa komponen yang dipasang pada panel distribusi listrik antara lain saklar utama/pemisah, pembatas arus Miniatur Circuit Breaker MCB, Earth Leak Circuit Breaker ELCB, terminal, Rel Omega, dan busbar. Pada sisi luar bagian pintu panel dipasang lampu indikator dan` alat ukur berupa ampere meter dan volt meter. Adapun pada rangkaian diluar panel merupakan komponen instalasi penerangan berupa saklar, kotak kontak, lampu, kotak hubung bagi, pipa pvc, lampu dan beban lainnya. Pada gedung yang mempunyai berapa ruang dan melayani beban listrik penerangan, yang berupa lampu-lampu penerangan. Pada sebuah bangunan gedung, instalasi penerangan 3 fasa bangunan gedung panel instalasi penerangan C. PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK Perencanaan Instalasi Listrik Sumber PUIL 2000 halaman 105 Persyaratan umum Ketentuan umum Rancangan instalasi listrik harus memenuhi ketentuan PUIL ini dan peraturan lain yang tersebut dalam Rancangan instalasi listrik harus berdasarkan persyaratan dasar yang ditentukan dalam BAB 2 terutama dan memperhitungkan serta memenuhi proteksi untuk keselamatan yang ditentukan dalam BAB 3. Sebelum merancang suatu instalasi listrik harus dilakukan penilaian assessment dan survai lokasi. CATATAN Metode penilaian dan hal-hal yang disurvai dijelaskan dalam IEC 364-3 Rancangan instalasi listrik ialah berkas gambar rancangan dan uraian teknik, yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi listrik. Rancangan instalasi listrik harus dibuat dengan jelas, serta mudah dibaca dan dipahami oleh para teknisi listrik. Untuk itu harus diikuti ketentuan dan standar yang berlaku. Rancanganinstalasi listrik terdiri dari a Gambar situasi, yang menunjukkan dengan jelas letak gedung atau bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang dan rancangan penyambungannya dengan sumber tenaga listrik. b Gambar instalasi yang meliputi 1 Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya pelayanannya, seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar, motor listrik, PHB dan lain-lain. 2 Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan gawai pengendalinya sepertihubungan lampu dengan sakelarnya, motor dengan pengasutnya, dan dengan gawai pengatur kecepatannya, yang merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir. 3 Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir tersebut dalam butir b dan PHB yang bersangkutan, ataupun pemberian tanda dan keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut. 4 Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap perlengkapan listrik. c Diagram garis tunggal, yang meliputi 1 Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran pengenal komponennya; 2 Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan pembagiannya; 3 Sistem pembumian dengan mengacu kepada \ 4 Ukuran dan jenis penghantar yang dipakai. d Gambar rinciyang meliputi 1 Perkiraan ukuran fisik PHB; 2 Cara pemasangan perlengkapan listrik; 3 Cara pemasangan kabel; 4 Cara kerja instalasi kendali. CATATAN Gambar rinci dapat juga diganti dan atau dilengkapi dengan keterangan atau uraian. e Perhitungan teknis bila dianggap perlu, yang meliputi antara lain 1 Susut tegangan; 2 Perbaikan faktor daya; 3 Beban terpasang dan kebutuhan maksimum; 4 Arus hubung pendek dan daya hubung pendek; 5 Tingkat penerangan. f Tabel bahan instalasi, yang meliputi 1 Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapan; 2 Jumlah dan jenis perlengkapan bantu; 3 Jumlah dan jenis PHB; 4 Jumlah dan jenis luminer lampu. g Uraian teknis, yang meliputi 1 Ketentuan tentang sistem proteksidengan mengacu kepada 2 Ketentuan teknis perlengkapan listrik yang dipasang dan cara pemasangannya; 3 Cara pengujian; 4 Jadwal waktu pelaksanaan. h Perkiraan biaya D. BAHAN KERJA 1. Fitting Lampu E27 Fiting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai pemegang atau tempat bola lampu. Fitting lampu sejenis Edison dan jenis bayonet harus dipasang dengan bagian tengah hantaran fasa, sedangkan kontak luar ulir dari fitting dihubungkan pada hantaran netral. Pasal 206 B2 PUIL 771. Seluruh bagian luar fiting lampu yang dipasang dalam ruang berdebu, lembab, sangat panas,berisi bahan mudah terbakar, atau mengandung bahan korosi, harus terbuat dari bahan porselin atau bahan isolasi lain yang sederajat. Terlepas dari keadaan ruang seperti disebutkan di atas, bagian luar fiting lampu yang bertegangan lebih dari 300 V ke bumi, harus selalu terbuat dari bahan porselin atau bahan isolasi lain yang sederajat. PUIL 2000 hal 168 Bagian luar dari fitting lampu harus dibuat dari bahan porselin, atau bahan isolasi lain yang sederajat. pasal 856 A4 PUIL 77. 2. Sakelar Sakelar ialah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya 3. Kotak Kontak atau Stopkontak Menurut PUIL 2000 halaman 10 dan 11, kotak kontak ialah susunan gawai pemberi dan penerima arus yang dapat dipindah-pindahkan, untuk menghubungkan dan memutuskan saluran ke dan dari bagian instalasi. Kontak tusuk meliputi a kotak kontak ābagian kontak tusuk yang merupakan gawai pemberi arus; b tusuk kontak ābagian kontak tusuk yang merupakan gawai penerima arus Kotak Kontak Biasa KKB kotak kontak yang dipasang untuk digunakan sewaktu-waktu tidak secara tetap bagi peranti listrik jenis apa pun yang memerlukannya, asalkan penggunaannya tidak melebihi batas kemampuannya. Kotak Kontak Khusus KKK kotak kontak yang dipasang khusus untuk digunakan secara tetap bagi suatu jenis peranti listrik tertentu yang diketahui daya maupun tegangannya. Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pemasangan / menempatkan kotak kontak, antara lain Tusuk kontak harus dirancang sedemikian rupa sehingga ketika dihubungkan tidak mungkin terjadi sentuhan tak sengaja dengan bagian aktif. PUIL 2000 hal 175 Tusuk kontak harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar, tahan lembab dan secara mekanik cukup kuat. PUIL 2000 hal 175 Tusuk kontak yang tidak terlindung tidak boleh dibuat dari bahan yang mudah pecah. PUIL 2000 hal 175 Sebagai pengecualian dari di atas, tusuk kontak untuk kuat arus 16A ke bawah pada tegangan rumah, boleh terbuat dari bahan isolasi yang tahan terhadap arus rambat. PUIL 2000 hal 175 Sambungan antara tusuk kontak dan kabel fleksibel harus baik untuk menghindari kerusakan mekanis. PUIL 2000 hal 175 simbol diagram simbol diagram pengawatan 4. fuse Menurut PUIL 2000 halaman 6, Fuse/Pengaman Lebur ialah bagian dari pengaman lebur yang dirancang agar lebur bila pengaman lebur bekerja. Menurut PUIL 2000 halaman 12, pengaman lebur sekering ialah gawai penyakelaran dengan peleburan satu komponen atau lebih yang dirancang khusus dan sebanding, yang membuka sirkit tempat pengaman lebur disisipkan dan memutus arus bila arus tersebut melebihi nilai yang ditentukan dalam waktu yang sesuai. Pengaman lebur meliputi semua bagian yang membentuk gawai penyakelaran yang utuh fuse . Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen yang berfungsi sebagai pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun perangkat listrik. Fuse Sekering pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik yang berlebihan ataupun terjadinya hubungan arus pendek short circuit dalam sebuah peralatan listrik / Elektronika. Dengan putusnya Fuse sekering tersebut, Arus listrik yang berlebihan tersebut tidak dapat masuk ke dalam Rangkaian Elektronika sehingga tidak merusak komponen terdapat dalam rangkaian Elektronika yang bersangkutan. Fuse Sekering terdiri dari 2 Terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan Rangkaian Elektronika / Listrik yang akan dilindunginya sehingga apabila Fuse Sekering tersebut terputus maka akan terjadi āOpen Circuitā yang memutuskan hubungan aliran listrik agar arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalam Rangkaian yang dilindunginya. simbol diagram satu garis weiring diagram 5. Kabel NYA Kabel NYA adalah kabel yang mempunyai isolasi berupa PVC, dengan inti tembaga tunggal yang pejal. Kabel NYA banyak digunakan dalam instalasi listrik perumahan, yang merupakan kabel udara dengan karakteristik tidak tahan terhadap panas. Untuk itu, pemasangan kabel NYA harus dilindungi oleh pipa PVC atau pipa aluminium untuk mencegah terjadinya kerusakan fisik seperti keratin tikus, terbakar, dll. Kabel rumah tanpa selubung berisolasi PVC yaitu NYA, NYAF dan berisolasi karet NGA, tidak boleh dipasang di dalam atau pada kayu, dan tidak boleh pula langsung pada, di dalam, atau di bawah plasteran. PUIL 2000 Kabel rumah berisolasi karet NGA dan berisolasi PVC NYA harus dipasang didalam pipa instalasi; jika tidak, maka harus ditempuh cara-cara tersebut dalam PUIL 2000 6. Kabel NYYHY Nama kabel Kabel termoplastik sedang berselubung termoplastik Tegangan nominal antara penghantar 600-1000 V Jumlah inti 2 sampai dengan 7 Menurut PUIL halaman 281, kabel ini hanya cocok dalam ruang kering untuk peralatan listrik domestic, juga dalam ruang lembab sementara. Dengan tekanan mekanik sedang, misalnya untuk mesin cuci, lemari es, dsb. NYYHY biasanya berwarna hitam. Kabel-kabel ini berinti lebih dari 1 kabel. Biasanya digunakan untuk instalasi didalam rumah yang tidak permanen, karena sifatnya fleksible dan tidak mudah patah. 7. Lampu Pijar Lampu pijar yang digunakan dalam praktikum bengkel listrik yaitu lampu Philip 40W/220V. Menurut PUIL 2000 halaman 171, Lampu untuk penggunaan umum pada sirkit penerangan tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Edison E27 jika dayanya lebih dari 300 W, juga tidak boleh dilengkapi dengan pangkal Goliath E40 jika dayanya melebihi 1500 W. Di atas 1500 W hanya boleh digunakan pangkal lampu atau gawai lampu yang khusus. Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. simbol lampu pujar 8. Alat Pengukur dan Pembatas APP Berikut ini ketentuan mengenai pemasangan APP Di APP terdapat meter energi,terminal netral, dan pembatas arus MCB yang kemampuannya harus sesuai dengan paket daya pelanggan yang ditetapkan. Bila jenis penghantar yang disambung berbeda, maka harus digunakan terminal bimetal. Meter energi yang dipasang pada APP harus sudah ditera oleh instansi yang berwenang. Kotak APP harus dalam keadaan tersegel selama dioperasikan. Pada APP harus tersedia juga terminal untuk pembumian BKT karena umumnya kotak APP terbuat dari logam APP harus dipasang dengan baik ditempat yang mudah dilihat dan dicapai untuk kepentingan pencatatan rutin energi terpakai dan pemeriksaan umumnya dengan tinggi 1,80 meter. kwh meter 3 fasa Bagian-bagian kwh meter dan fungsinya. a. Badan body terdiri dari Bagian atas Bagian bawah b. Kumparan arus terdiri dari Pada kwh metter 1 fasa kumparan arus 1 set Pada kwh metter 3 pasa 3 kawat kumparan arus 2 set. Pada kwh metter 3 pasa 4 kawat kumparan arus 3 set. Pada kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan atau lempengan besi yang berfungsi sebagai pengatur cosines phi faktor kerja Kumparan tegangan terdiri dari Pada kwh 1 phasa c. Piringan Piringan kwh meter ditempatkan dengan 2 buah bantalan atas dan bawah yang digunakan agar piringan kwh meter dapat berputar dengan mendapat gesekan sekecil mungkin. d. Circuit breaker MCB Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugas memutus aliran listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen atau bila terjadi gangguan hubungan singkat dari suatuperalatan listrik rumah. Saat melakukan perbaikan instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya dimatikan e. Meter listrik sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan. Satuannya dalam kwh kilowatt hour. Indikatornya terlihat dari angka-angka yang tercatat. Petugas PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini. . f. Spin control merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi pemakaian daya listrik. Semakin besar daya yang digunakan maka perputaran akan semakin cepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh āmeter listrikā dan bila kelebihan akan dibatasi oleh MCB g. Pengaman listrik sekring atau panel hubung bagi fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila masalah seperti hubung pendek diperalatan listrik dengan cara memutuskan arus listriknya. h. Spesikasi kwh meter merek nama perusahaan yang membuat kwh meter type, jenis, model identitas meter oleh pabrik tahun tahun pembuatan kwh meter nomor nomor seri dari pabrik tegangan nominal kumparan missal 3 x 230/400V arus nominal kumparan magnet arus misal 520A arus nominal = 5A dengan batas kesalahan terkecil kumparan sanggup dialuri arus 20A dengan kesalahan masih batas yang diijinkan class angka/kategori yang menentukan ketelitian keh meter limit error frekuensi frekuensi nominal dari kumparan tegangan Hz tanda panah arah putaran piringan kwh meter yang benar constata meter besaran pada kwh meter yang menyatakan hubungan antara hasil putaran dengan energy yang terpakai disimbol C dalam satuan revulsi/kw 9. Proses pemasangan Berikut langkah-langkah pemasangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster Menyiapkan gambar kerja pada kertas mengenai rancangan instalasi penerangan 3 fasa yang akan dipasang a. Diagram Kerja b. Diagram Lokasi c. Diagram Pengawatan d. Diagram Pengawatan Panel e. Diagram Pengawatan APP 3 fasa 2. Mendata dan menyiapkan komponen yang dibutuhkan Bill of Quantity. 3. Menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan 4. Memakai dan memperhatikan Alat Pelindung Diri APD sebelum memulai pekerjaan 5. Memasukkan kabel ke dalam pipa sesuai dengan yang telah di desain dan jangan lupa untuk menandai kabel tersebut agar suatu saat tidak bingung memasang komponen yang telah dipersiapkan 6. Merencanakan dan membuat panel. a. Lakukan pemasangan komponen pada panel. Usahakan tata letak komponen serapi mungkin sesuai dengan āLayout Panelā, hal ini bertujuan agar ketika terjadi kerusakan dapat diperbaiki dengan mudah pengecekan/maintenance. b. Lakukan penyambungan pada komponen sesuai dengan Wiring Diagram Panel. Hal yang perlu diperhatikan adalah, pada tiap pemasangan sumber harus melalui line up terminal. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan pada komponen lain. c. Setelah pengawatan pada panel selesai, maka panel siap untuk dipasang dan dihubungkan dengan beban. Ujung-ujung kabel yang terhubung pada beban, langsung disambungkan pada masing-masing pengaman yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah semua tersambung dengan rapi, maka instalasi siap untuk diuji 7. Melaksanakan commissioning dalam keadaan tidak bertegangan meliputi Pemeriksaan Kontinuitas dan Pemeriksaan Tahanan Isolasi 8. Pemasangan APP 3 fasa. commissioning dalam keadaan bertegangan tanpa beban meliputi Pemeriksaan Urutan Fasa dan Pemeriksaan Nominal Tegangan. 10. Penyambungan kWh-meter dengan sumber tegangan menggunakan kabel NYYHY. 11. Memasang Lampu dan Heater sebagai beban untuk membuktikan pemasangan instalasi benar-benar berhasil. 12. Melaksanakan commissioning dalam keadaan bertegangan dan berbeban yang meliputi Uji Nominal Tegangan, Uji Arus, dan Uji Beban Daftar Pustaka [1] M. Kharis, Memelihara Panel Listrik. Departemen Pendidikan Nasional, 2005. [2] laporan penerangan 3 fasaā, Scribd. [Online]. Available [Accessed 07-Oct-2018]. [3] Djoko Laras Jobsheet Praktek Instalasi Listrik Industri. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY, 2013. [4] R. F. Dziuba, D. G. Jarrett, L. L. Scott, and A. J. Secula, Fabrication of High-Value Standard Resistorsā, IEEE Transactions on Instrumentation and Measurement, vol. 48, no. 2, Jan. 1999. [5] Politeknik Negeri Malang,
komponen instalasi penerangan 3 fasa