PUISIHATI YANG TERPENDAM Oleh :siamir marulafau meskipun jasadku tak berenang di darat nafasku tersimpan di penantian sepanjang dunia tak kabur mengucap selamat cinta dan kasihku terkenang jua petanda sanubariku bersemayam dalam darah mengingat daun-daun berjatuhan di aras-Nya,Allah tega sungguh tak mengenang apa salah nan sepatah
PnYs. Puisi perasaan cinta yang terpendam adalah kata-kata puisi cinta yang terpendam dan puisi tentang hati dan perasaan menjelaskan tentang rasa cinta yang terpendam kepada orang cerita lengkap puisi tentang perasaan cinta yang terpendam yang diterbitkan apakah bercerita seperti puisi tentang perasaan ku atau puisi cinta dalam dia atau tentang puisi pengagum dalam lebih jelasnya puisiperasaan yang terpendam disimak saja puisi perasaan yg terpendam dibawah ini berjudul dekat tanpa ikat.🍁 Dekat Tanpa Ikat 🍁Oleh NeZeeSemesta telah membuat kita semakin dekatBerada dalam sebuah simpul yang begitu eratBulir kasih dan cemburu mengendap begitu pekatNamun, tak ada ikrar jika kita sudah terikatUntaian kasih kau tuangkan padakuDi antara rajutan kisah yang terlihat semuUntuk apa semua benih rasa kau tebar?Jika di hatimu aku masih terasa samarKali ini ku meminta sebuah jawab padamuIstimewakah aku di hatimu?Jika memang tak ada rasaBiarkan harapku padamu hilang binasaBandung, 2 Oktober 2020 🍀
Ilustrasi Puisi tentang Rindu yang Terpendam. Foto Unsplash/DDDanny tentang Rindu yang Terpendam untuk Ungkapkan PerasaanIlustrasi Puisi tentang Rindu yang Terpendam. Foto Unsplash/Etienne Girardet. Datanglah padaku dalam mimpiku, dan kemudian padasiang hari aku akan sehat kembaliKarena malam akan lebih dari membayarKerinduan tanpa harapan hari ituDatanglah, seperti yang kamu lakukan seribu kaliSeorang utusan dari iklim yang cerahDan tersenyumlah di dunia barumu, dan bersikaplahbaik kepada orang lain seperti kepadakuAtau, karena kamu tidak pernah datang dengan tenangDatanglah sekarang, dan biarkan aku memimpikannya dengan benarDan belah rambutku, dan cium keningkuDan katakan, Cintaku, mengapa kamu menderita?Datanglah padaku dalam mimpiku, dan kemudian padasiang hari aku akan sehat kembaliKarena malam akan lebih dari membayarKerinduan tanpa harapan hari ituAku minta maaf karena terlihatseperti malam yang penuh badaiketika kamu melihatku malam iniAku tahu, aku tahu kamu tidak memperhatikan jejak darah yang kamu tinggalkansetelah kita berhenti berbicaraAku akui, aku setengah senangkamu membiarkanku memudarsemua kerinduankuKamu masih ada dalam mimpiku,dan selama bertahun-tahun aku tidak bisa lepas daritatapanmu bahkan dengan mata tertutupAku tahu, aku tahu aku tidak akan pernah bisa memilikimuBahkan jika kamu dengan lembut memelintirku dalampelukanmu, dan lupa untuk melepaskannyaJarak antara kita tak lagimelumat hatiku,aku sudah hilang dari pandanganTapi diam-diam aku masih berdoa untuksemua air gelap ini, dan keduanyadari kita hanya berbicara lagiAndai aku jadi anginIngin kusampaikan semua kerinduanTanpa perantara apa-apaAndai aku jadi airIngin kuhanyutkan semua duka dan pedihnya lukaTanpa bicara dan bertindakAndai aku senjaIngin kuhiasi senyummu walau sementaraTanpa ada luka, walau sesaat sajaAndai….Tahukah kau, Kasihaku terlalu larut dalam keheningandalam rindu yang tak bisa kulukiskanhanya bayangmu yang ada di ingatandi remang cahaya malamsaat langkahku sedikit terlambatkutahu hatimu tak pernah menginginkannamun apa daya, hasrat kutahan,berderaikutahu ini bukan awal kasihbukan pula akhirnamun hadirmu datang temani sepimalah semakin kumerasa sendirijauhnya raga berkelanaseperti mencari harapan di atas keresahan, tanpamuGemerlap redup silih bergantiGelak tawa sendu semakin membekas di hatiSemua bercampur aduk membungkus hariDinikmati setitik demi setitikTapi…Rasa ini sudah tak bisa ditahanRindu ini tak bisa bersabarWalau barang sebentarMemaksa ingin segera dibereskanAkan sampai kapan kau bertahan?Akan sampai kapan kau tertahan?Coba pikirkan, wajah-wajah perindu merindumuSudahlahTepis jarak itu
puisi tentang perasaan yang terpendam