Penyusunandan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara kuasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam pengaturan perlu diperhatikan hal-hal berikut: Ukuran dan bentuk kelas, bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa, jumlah siswa dalam kelas, jumlah siswa dalam setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas, komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita) [1] Jxsp. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap siswa mempunyai karakter kepribadian yang tidak sama. Begitu juga dengan kemampuan belajarnya, ada yang pintar juga ada yang kurang pintar. Menjadi tugas guru untuk membuat mereka saling melengkapi satu sama lainnya. Mengatur posisi duduk siswa dalam kelas menjadi penting demi kenyamanan belajar dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Seperti siswa yang kurang cepat menangkap pelajaran, ada baiknya ia di dekatkan dengan siswa yang pintar, agar dibantu dalam belajar. Atau menempatkan siswa bertubuh tinggi berada di belakang, agar tidak menghalangi pandangan siswa di belakangnya. Jika posisi duduknya berada paling depan, maka siswa bertubuh pendek akan susah melihat papan tulis, atau guru yang menerangkan pelajaran di depan kelas. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun posisi duduk siswa agar tercapainya kenyamanan dan tujuan pembelajaranMemudahkan ruang gerak siswaKenyamanan adalah tujuan utama dalam mengatur posisi duduk siswa. Yakni siswa bebas bergerak menuju ke tempat lain. Misalnya jika Anda mensejajarkan duduk siswa sebanyak 3 orang, tentu siswa yang berada ditengah akan terganggu mobilitasnya. Keluar masuk misalnya, ia akan meminta temannya untuk keluar dulu, baru ia bisa masuk atau keluar. Maka, cukupkanlah hanya 2 orang saja jika Anda ingin mensejajarkan duduk siswa. Memudahkan siswa mendapatkan sumber pembelajaranPojok baca yang ada di sudut kelas menjadi sumber bahan pelajaran bagi siswa. Pastikan agar semua siswa dapat mengaksesnya. Sumber lainnya seperti; media tv, infocus, peta, globe, papan tulis, gambar-gambar rumus atau ekosistem makhluk hidup, dan alat peraga lainnya. Siswa akan merasa senang ketika mampu memaksimalkan sumber pembelajaran yang siswa berinteraksi dengan siswa lainnya, maupun dengan guru 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya 4 Cara mudah menata tempat duduk siswa – Kelas merupakan sebuah ruangan dengan ukuran tertentu sebagai tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar. Penataan ruang kelas yang baik akan berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar siswa dan proses guru mengajar. Kondisi ruang kelas yang tertata dengan baik akan meningkatkan hasil belajar siswa. Alasan ini cukup masuk kelas yang tertata dengan rapi akan membuat siswa merasa nyaman belajar atau berada di dalam kelas. Begitu pula halnya dengan guru, merasa betah berada dalam kelas untuk mengajar dan menghadapi siswa. Untuk menata ruang kelas agar nyaman, terutama mobiler dan tempat duduk siswa, dapat dilakukan hal-hal berikut ini meja dan kursi siswa Ruang kelas terdiri dari beberapa unit mobiler, seperti meja tulis dan kursi tempat duduk meja dan kursi siswa tersedia di dalam ruang kelas sebanyak jumlah siswa. Namun demikian, sebaiknya disediakan satu atau dua unit meja dan kursi cadangan. Mobiler ini disusun dengan rapi di bagian belakang ruang kelas. Jika ada meja atau kursi yang rusak, siswa tidak perlu lagi mencari-cari kursi dan meja ke kantor majelis guru. Kemudian meja dan kursi yang tidak bisa dipakai lagi sebaiknya dikeluarkan dan di pindahkan ke gudang sekolah. tempat duduk siswa Susunan tempat duduk siswa lazimnya berbentuk persegi panjang, tergantung ukuran ruang kelas. Disusun secara horizontal dan susunan seperti ini dapat dimodifikasi sesuai kreativitas guru wali kelas. Dengan membuat formasi yang bervariasi akan dapat mengubah suasana di ruang sesekali menyusun tempat duduk siswa dengan membentuk pola huruf U, meja bundar, dan lain ini akan bernilai guna dalam meningkatkan gairah belajar siswa. siswa di ruang kelas Siswa yang bertubuh kecil atau pendek ditempatkan pada barisan terdepan sehingga tidak menghalangi siswa bagian belakang untuk melihat ke papan tulis. Kecuali siswa yang mengalami gangguan penglihatan. Meskipun bertubuh tinggi atau besar, tetap ditempatkan pada barisan terdepan. Sebaiknya ditempatkan di bagian kiri atau kanan ruang kelas. meja dan kursi siswa Fisik meja dan kursi siswa perlu dijaga ketahanannya agar tidak cepat rusak atau goyah ketika diduduki oleh siswa. Hal ini dilakukan supaya tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga perlu dirawat dari coretan tinta, kapur dan alat tulis lainnya agar terlihat tetap ingin lebih bagus tampilan meja tulis siswa di ruang kelas, mungkin perlu dialas dengan kertas berwarna yang dilapisi plastik kaca. Itulah 4 cara yang dilakukan untuk menata tempat duduk siswa di ruang kelas agar proses belajar dan mengajar berjalan lancar dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Semoga.*** Cara Menata Tempat Duduk Siswa Agar Pembejalaran Efektif dan Menyenangkan_ Tahukah anda bawah ketercapaian tujuan pembelajaran dalam Proses belajar mengajar di kelas juga sangat dipengaruhi oleh Penataan Ruang Kelas Yang Kondusif Dan Menyenangkan. Susunan Bangku Kelas yang Bagus pastinya akan membuat siswa merasa nyaman dan senang mengikuti pembelajaran di kelas, Satu hal yang mesti kita ketahui adalah dalam pembelajaran terkadang seorang guru menerapkan metode, model, teknik dan strategi pembelajaran yang pastinya membutuhkan pola tempat duduk yang berbeda pula agar pembelajaran yang berlangsung bisa tercapai maksimal. Namun dalam menyusun denah tempat duduk di kelas ada beberapa kriteria penataan ruangan kelas yang mesti dipahami, agar pola-pola tataan tempat duduk bisa berbanding lurus dengan tingkat keefektifan tercapainya tujuan pembelajaran dan pembelajaran bisa terasa menyenagkan bagi siswa. A. Kriteria dalam Menata Tempat Duduk Siswa Agar Pembejalaran Efektif dan Menyenangkan 1. Memudahkan Mobilitasis Siswa Mobilitas adalah kemudahan yang didapatkan siswa untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain, jadi dalam menyusun pola tempat duduk adalah hal yang sangat penting untuk memerhatikan apakah pola tempat duduk yang dibuat bisa memberikan keleluasaan bagi siswa untuk bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Walaupun tataan ruang sudah dibuat kreatif dan semenarik mungkin namun karena subtansi utamanya yakni kenyamanan dan kemudahan siswa tidak bisa terpenuhi maka hal tersebut juga akan berbanding terbalik dengan tujuan utama proses pembelajaran yang menghendaki supaya bisa merasa nyaman dan pembelajaran juga bisa berlangdung secara efektif. 2. Memudahkan Aksesbilitas Siswa Aksesbilitas adalah kemudahan atau keleluasaan siswa dalam mengakses sumber dan alat bantu belajar, bisa jadi siswa sudah bisa bergerak kesana-sini namun pola kelas yang masih kurang maksimal sehingga menghmabat siswa dalam mengakses beberapa sumber dan alat bantu belajar. Misalnya saja aksesbilitas siswa dalam mengakses rak buku, media-media pembelajara, pojok baca dll semua hal tersebut harus diperhatikan. Jadi bukan hanya proses belajar yang dimaksimalkan akan tetapi juga kemudahan dalam mengakses sumber-sumber belajar juga harus di maksimalkan. 3. Memudahkan Interaksi antara Siswa dengan Siswa dan Siswa dengan Guru Kritetria selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang kelas yang efektif dan menyengankan adalah pola mengacak tempat duduk siswa bisa memudahkan siswa dalam berinteraksi dengan siswa lain dan memudahkan siswa berinterkasi dengan gurunya. Interkasi antara siswa dan siswa serta interaksi antara siswa dan guru merupakan komponen kecerdasan afektif bagi siswa kemampuan sosial, sehingga jangan pernah mengabaikan bagaimana memebri kemudahan bagi siswa sehingga mudah melakukan interkasi. Ruangan kelas yang dirancang untuk memudahkan siswa untuk saling berinteraski akan berperan besar dalam meningkatkakan kemampuan sosial siswa kecerdasan sosial dan akan menjadi bagian dari karakter siswa yang sosialis dan mudah bergaul nantinya. 4. Memudahkan dalam Menciptakan Variasi dalam pembelajaran Terakhir, Menata Tempat Duduk Siswa Agar Pembejaran Efektif dan Menyenangkan, sebaiknya juga mempertimbangkan bagaimana pola tempat duduk atau denah kelas yang dirancang tersebut bisa memudahkan guru dalam melaksanakan atau menerapkan variasi dalam pembelajaran, misalnya saja berdiskusi, presentasi, demonstrasi dll. Cara Menata Tempat Duduk Siswa Agar Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan, juga harus mempertimbangkan faktor siswa yang akan mengikuti pembelajaran berikut beberapa tipsnya 1. Siswa yang lambat belajar duduk di bagian depan atau dekat dengan guru Menata tempat duduk juga harus memperimbangkan kemampuan siswa dalam menangkap pembelajaran, jadi usahakan tatan kelas memudahkan siswa yang lambat belajar lebih mudah untuk mendengar, melihat materi pelajaran yang disampaikan\\ Siswa-Siswa yang lambat belajar sebaiknya duduk di bagian depan atau dekat dengan guru agar mereka bisa lebih mudah mendengar berbagai penjelasan dari guru. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir keterlambatan siswa tersebut dalam memahami pelajaran ketimbang temannya yang lain. 2. Siswa yang pintar duduk berdampingan dengan siswa yang kurang pintar Sejatinya tidak ada siswa yang bodoh, yang ada adalah ada siswa yang lambat dalam memahami pelajaran dan ada siswa yang cepat dalam memahami pelajaran, jadi pola tataan tuang kelas atau tempat duduk siswa juga harus memerhatikan kemudahan siswa untuk saling bekerjasama dan saling membantu. Sebaiknya Siswa yang pintar duduk berdampingan dengan siswa yang kurang pintar, agar siswa yang pintar tersebut bisa membantu temannya yang lambat paham, juga bisa menjadi motivasi untuk pribadi siswa yang kurang pintar tersebut untuk belajar agar bisa menjadi berprestasi dengan siswa/teman duduknya yang pintar. Cara Menata Pola atau denah tempak duduk siswa sesuai dengan kebutuhan pembelajaran 1. Pola atau denah tempak duduk siswa berbentuk huruf U sumber Pola tempat duduk yang berbentuk huruf U sangat efektif untuk meminimalisir siswa yang tidak memerahtikan penjelasan guru. Dengan menerapkan model kursi U di kelas guru dapat memerhatikan aktivitas siswanya. Beda halnya dengan mode kurus traditional yang disusun bersusun yang memduhkan siswa untuk bersembunyi, bermain-main atau tidur di dalam kelas karena bisa bersembunyi dibalik kursi temannya. Denah tempat duduk siswa berbentuk huruf U juga memudahkan guru untuk berkeling di hadapan siswa dan di belakang siswanya. Pola tempat duduk dengan model U kemungkinan besar mampu memicu keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. 2. Pola Tempat duduk siswa berbentuk persegi🔁 sumber Pola tempat duduk berbentuk rectangular segi empat sangat cocok untuk tipe pembelajaran dikusi kelompok atau kerja kelompok. Dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi beberapa komponennya bisa tercapai dengan model tempat duduk rectangular segi empat. Kerja kelompok dengan mode tempat duduk rectangular dapat memudahkan siswa untuk berkomunikasi sehingga bisa memunculkan kemampuan berkomunikasi siswa comunicationg skills, dapat memudahkan siswa untuk bekerjasama sehingga dapat memunculkan kemampuan berkolaborasi siswa colaboration skills 3. Pola Tempat Duduk Siswa berbentuk Parallel Sejajar Pola tempat duduk Parallel sejajar adalah pola tempat duduk yang sudah sangat lazim ditemui di sekolah-sekolah. Kekurangan pola tempat duduk ini adalah ada beberapa titik yang tidak bisa dilihat oleh guru, misalnya saja siswa yang duduk di bangku belakang dan duduk dibelakang temannya. Namun mode tempat duduk parallel juga memiliki kelebiha, misalnya siswa bisa melihat secara horizontal pada gurunya yang tepat berada di depannya. Sebenarnya masih ada banyak pola tempat duduk, namun intinya pola tempat duduk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa agar pembelajaran bisa berlangsung menyenangkan namun tetap efektif. Demikianlah artikel tentang Cara Menata Tempat Duduk Siswa Agar Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda Termasuk kegiatan pengelolaan kelas adalah pengaturan ruang belajar kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa guna memberi bantuan baik secara individual maupun kelompok dalam pelaksanaan KBM, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menggairahkan, dalam pengaturan ruang kelas Hal-hal yang perlu mendapat perhatian, adalah 1. Ukuran dan bentuk kelas2. Ukuran dan bentuk bangku/kursi/meja3. Jumlah siswa dalam satu Jumlah kelompok dalam satu Jumlah anggota dalam satu kelompok6. Komposisi siswa dalam kelompok misalnya ; pria -wanita Dalam masalah penataan ruang kelas ini uraian akan diarahkan pada pembahasan masalah pengaturan tempat duduk pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas, dan ventilasi serta tata Pengaturan Tempat Duduk Dalam belajar siswa memerlukan tempat duduk. Tempat duduk mempengaruhi siswa dalam belajar. Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa, maka siswa akan dapat belajar dengan tenang. Bentuk dan ukuran tempat yang digunakan sekarang bermacam-macam, ada yang satu tempat duduk dapat diduduki oleh beberapa orang, ada pula yang hanya dapat diduduki oleh seorang siswa. Sebaiknya tempat duduk siswa itu ukurannya jangan terlalu besar agar mudah diubah-ubah formasinya. Ada beberapa bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila pengajaran itu akan ditempuh dengan cara berdiskusi, maka formasi tempat duduknya sebaiknya berbentuk melingkar. Jika pengajaran ditempuh dengan metode ceramah, maka tempat duduknya sebaiknya berderet memanjang ke belakang. Sudirman N 1991; 318 mengemukakan beberapa contoh formasi tempat duduk, yaitu posisi berhadapan, posisi setengah lingkaran, dan posisi berbaris ke Pengaturan Alat-alat Pengajaran Di antara alat-alat pengajaran di kelas yang harus diatur adalah sebagai berikuta. Perpustakaan Kelas Sekolah yang maju ada perpustakaan di setiap kelas, Pengaturannya bersama-sama Alat-alat Peraga media Pengajaran Alat peraga atau media pengajaran semestinya diletakkan di kelas agar memudahkan dalam penggunaannya, Pengaturannya bersama-sama Papan Tulis, Kapur Tulis, dan lain-lain Ukurannya Disesuaikan, Warnanya harus kontras , Penempatannya memperhatikan estetika dan terjangkau oleh semua Papan Presensi Siswa Ditempatkan di bagian depan sehingga dapat dilihat oleh semua siswa. Difungsikan sebagaimana Penataan Keindahan dan Kebersihan Kelasa. Hiasan dinding pajangan kelas hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran, misalnya- Burung Garuda- Teks Proklamasi- Slogan pendidikan - Para pahlawan - Peta/globeb. Penempatan lemari - Untuk buku di depan - alat-alat peraga di belakangc. Pemeliharaan kebersihan- Siswa bergiliran untuk membersihkan kelas- Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban di Ventilasi dan Tata Cahaya- Ada ventilasi yang sesuai dengan ruangan Sebaiknya tidak Pengaturan cahaya perlu diperhatikan- Cahaya yang masuk harus cukup- Masuknya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan. Berkaitan dengan usaha membuat pajangan kelas, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh guru, Mengapa kita memamerkan pajangan kelas?b. Kapan direncanakan pajangan kelas?c. Pekerjaan siapa yang seharusnya dipajang?d. Dimana hasil pekerjaan diletakkan?e. Apa yang diperlukan guru untuk mengadakan pajangan yang baik? Akhirnya, untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi siswa dalam belajar, hal-hal berikut kiranya dapat dijadikan pegangan, yaitu1 Mengatur tempat duduk siswa harus mencerminkan belajar efektif. Bangku disediakan yang memungkinkan dipindah-pindah atau diubah tempatnya2 Ruangan kelas yang bersih dan segar akan menjadikan siswa bergairah belajar3 Memelihara kebersihan dan kenyamanan suatu kelas/ruang belajar, sama artinya dengan mempermudah siswa menerima Muhammad Azhar, 1993, proses belajar mengajar pola CBSA, Surabaya; usana offsetSyaiful Bahri djamarah & aswan Zain, 2002, strategi belajar mengajar, Jakarta; Rineka cipta

pengaturan tempat duduk siswa dalam kelas